Latest News

Cara Main Game Berat di komputer biasa (VGA Card Virtual)

Memainkan game-game berat memang agak berat di ongkos. Dan teman saya sudah membuktikannya. Dia rela mengeluarkan jutaan rupiah hanya buat membeli VGA Card yang up to date. Maklumlah, game sudah menjadi seperti sarapannya sehari-hari, lagian orang tuanya juga lumayan kaya, so there are no problem.

Tapi bagi saya itu adalah big problem. Karena saya suka banget main game, bahkan keahlian game saya bisa disandingkan dengan para gamer terhebat di kampung saya. Yang namanya gamer sejati pastilah penginnya main game terbaru setelah menamatkan game yang lama. Sementara itu game yang baru itu sudah menggunakan teknologi yang jauh lebih modern bila dibandingkan dengan player-nya (yaitu komputer saya).

Kebanyakan game terbaru yang saya mainkan tidak kompatibel dengan VGA card saya. Sempat saya berpikir untuk membeli VGA card baru tetapi akhirnya saya urungkan niat untuk membeli VGA tersebut.

Beberapa waktu lalu saya sempat googling dan menemukan, ternyata ada emulator yang fungsinya mirip dengan VGA card. Jadi emulator tersebut adalah semacam VGA card virtual yang mampu mendukung game-game kelas berat agar bisa dimainkan di komputer dengan VGA onboard sekalipun. Pertama kali membacanya saya gak percaya, tapi setelah mencobanya baru saya percaya. Dan akhirnya saya bisa memainkan game terbaru favorit saya itu.

Kok bisa ya? Selidik punya selidik ternyata prinsip kerjanya adalah menggunakan CPU komputer anda. Umumnya, VGA onboard atau VGA-VGA card tipe lama tidak mendukung pixel shader 2.0 atau VGA non-TnL. Padahal, seperti yang kita ketahui bahwa kebanyakan game sekarang membutuhkan minimal VGA card yang men-support Pixel Shader 2.0. Dengan adanya emulator tersebut, CPU diperintahkan untuk menerjemahkan code-code tertentu untuk divisualisasikan/ditampilkan dalam bentuk gambar 3 Dimensi (3D rendering). Jadi tugas/beban VGA card tidak terlalu berat karena dibantu oleh CPU tadi. Perlu diketahui, bila tugas VGA card terlalu berat maka aplikasi game tidak dapat dijalankan dan muncul error window (yang ada tulisan “don’t send”).
Ada 2 program emulator Pixel Shader yang saya temukan, yaitu 3D analyzer (ToMMTi-Systems) dan SwiftShader (TransGamming). Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Yang jelas, keduanya menggunakan CPU untuk membantu me-render environment game yang kita mainkan.

Saya tidak mengharuskan menggunakan aplikasi tersebut di atas untuk memainkan game favorit anda, karena banyak thread di forum-forum yang menyebutkan bahwa program-program tersebut belum bisa 100% memainkan semua game terbaru. Tapi menurut saya hampir 70% game-game terbaru yang beredar saat ini bisa dimainkan dengan kedua program tersebut. Cara setting programnya memang tidak dicantumkan di dalam program, jadi kita hanya bisa trial and error saja. Tapi yang jelas, selama saya menggunakan kedua program tersebut, saya belum pernah mengalami kerusakan pada hardware komputer saya. Jadi menurut saya, program tersebut cukup aman bagi CPU ataupun hardware komputer anda lainnya. Bagaimana dengan anda? Semoga artikel ini bisa membantu.

DOWNLOAD 3D ANALYZE
DOWNLOAD SWIFTSHADER v3 dan Pelengkapnya
Link 2

TUTORIAL 3d ANALYZE

Menggunakan Komputer Dengan Spesifikasi Berikut :

1GB DDR RAM
Pentium 4 (2.4 GHz)
Onboard Graphics Card (Intel) with 64 MB graphics memory
Bisa Jadi
GB DDR RAM
Pentium 4 (2.4 Ghz)
NVIDIA GeForce FX 5900 Ultra with 128 MB graphics memory

Cara menggunakan tool 3D Analyze (Virtual Graphics Emulator) kira-kira sebagai berikut :

  1. Jalankan aplikasi 3D Analyze yang sudah sobat blogger download.

  2. Cari file game yang akan sobat coba mainkan dengan meng-klik menu SELECT. Bila sudah klik Open.

  3. Kemudian setting seperti gambar dibawah ini (yang saya beri tanda warna merah)

  4. Bila sudah, jangan lupa klik save batch file (untuk menyimpan setting seperti ini)

  5. Selesai

Berikut kira-kira daftar game yang sudah di uji dan berjalan dengan baik menggunakan tool 3D Analyze ini.

*Alexander (needs confirmation)
* Act of War: Direct Action
* Advent Rising
* Attack on Pearl Harbour
* Battlestations: Midway
* Black & White 2
* Black & White 2: Battle of the Gods
* BloodRayne 2
* Boiling Point: Road to Hell
* Brothers in Arms: Earned in Blood
* Brothers in Arms: Road to Hill 30
* Caesar IV
* Call of Cthulhu: Dark Corners of the Earth
* Chaotic
* The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe
* The Chronicles of Riddick: Escape from Butcher Bay
* Colin McRae Rally 2005
* Company of Heroes
* Darkstar One
* Deus Ex: Invisible War
* Devil May Cry 3 (Use skip pixel shaders options, force 100 Hz, check performance mode, force SwTnL; Tested on Intel 865 onboard graphics)
* Earth 2160
* Empire Earth 2
* Empire Earth 2: The Art of Supremacy
* Eragon
* Fable: The Lost Chapters
* F.E.A.R.
* Half-Life 2: Episode Two
* Heroes of Might and Magic V
* Heroes of Might and Magic V: Hammers of Fate
* Heroes of Might and Magic V: Tribes of the East
* Just Cause
* Knight Of The Temple 2
* Lego Star Wars: The Video Game
* Lego Star Wars II: The Original Trilogy
* Lord of the Rings Online
* Lord of the Rings: The Return of the King (Required LOTR Texture Fix)
* Marc Ecko’s Getting Up: Contents Under Pressure
* Marvel: Ultimate Alliance
* Medal of Honor: Pacific Assault
* Medieval II: Total War
* Medieval II: Total War Kingdoms
* Mega Man X8
* Men of Valor
* Need for Speed Carbon
* Paws & Claws Pet Vet 2 Healing Hands
* Pirates of the Caribbean: The Legend of Jack Sparrow
* Portal
* Project: Snowblind
* Prince of Persia: The Sands of Time [Click here for detailed settings. Thanks, Vatsal!]
* Psychonauts
* Richard Burns Rally
* Roboblitz
* Serious Sam 2
* Silent Hill 3
* Silent Hill 4 (Performance > force SW TnL, Hardware Limits(cap bits) > all, Vendor ID 0, Device ID 0, ANTI DETECT MODE > shaders and textures ).
* Silent Hunter III
* Sniper Elite
* Spellforce 2: Shadow Wars
* Star Wars: Republic Commando (works with some texture problems)
* Sudeki
* Team Fortress 2
* Test Drive Unlimited
* The Godfather: The Game
* The House of the Dead III
* The Lord of the Rings: The Battle for Middle-Earth II
* The Matrix: Path of Neo
* Thief: Deadly Shadows
* Titan Quest
* Titan Quest: Immortal Throne
* Toca Race Driver 3 (launches, but isn’t playable)
* Tom Clancy’s Rainbow Six: Lockdown
* Tom Clancy’s Splinter Cell: Chaos Theory
* Tom Clancy’s Splinter Cell: Pandora Tomorrow
* Tony Hawk’s American Wasteland
* Top Spin
* Total World Demo
* Wildlife Park 2
* Winning Eleven/ Pro Evolution Soccer series on PC (although playable frame rates are possible with a Geforce 4 MX if used with a fast enough CPU)
* Worms 4: Mayhem
* Virtua Tennis 3
* Crazy Taxi 3
* Command & Conquer 3: Tiberium Wars (requires hardware TnL, per EA.com Tech Support)
* F.E.A.R. Extraction Point (needs confirmation)
* F.E.A.R. Perseus Mandate (needs confirmation)
* Genesis Rising: The Universal Crusade
* Loki: Heroes of Mythology (needs confirmation)
* The Settlers: Rise of an Empire
* X3: Reunion
* Battlefield 2
* Battlefield 2: Special Forces
* Battlefield 2142
* Battlefield 2142: Northern Strike
* Hitman: Blood Money
* Star Trek: Legacy
* Resident Evil 4

Jadi intinya software ini bekerja dengan cara mengambil memory RAM kemudian dijadikan virtual VGA.

NB :
Settingan di atas tidak mutlak dan wajib di ikuti, silhakan sobat blogger bereksperimen sendiri agar menemukan hasil yang lebih maksimal.

TUTORIAL MENGGUNAKAN SWIFTSHADER V 2.1

Tutorial ini akan segera berjalan Anda melalui langkah-langkah yang diperlukan untuk menggunakan SwiftShader. SwiftShader mencoba untuk meniru proses grafis penuh seperti pixel shader dukungan, mengapung, rendering, stensil dan banyak lagi. Oleh karena itu dapat digunakan untuk mencoba dan menjalankan beberapa permainan 3D Analyzer dengan yang tidak memecahkan masalah.

  1. Download SwiftShader Pada Link download di atas, Anda bisa mendapatkannya dari ‘Download’ section.
  2. Ekstrak isinya ke sebuah folder sementara.
  3. Salin d3d8.dll, d3d9.dll dan swiftshader.ini dari folder sementara ke dalam folder di mana permainan executable terletak.
    (biasanya di direktori instalasi, tetapi jika direktori instalasi anda kosong, periksa subfolder di dalamnya; mereka biasanya berada di
    subfolder ‘bin’)
  4. Bukalah swiftshader.ini dengan notepad atau WordPad, dan edit pilihan yang diperlukan. Berikut ini adalah ikhtisar dari apa pilihan yang ada:

    [Kemampuan]
    PixelShaderVersion = 21>> – mendefinisikan maksimum pixel shader versi, misalnya 21 = 2.1, 20 = 2.0, 10 = 1,0
    VertexShaderVersion = 21>> – mendefinisikan versi shader dhuwur maksimum, misalnya 21 = 2.1, 20 = 2.0, 10 = 1,0
    TextureMemory = 512>> – mendefinisikan tekstur memori, jika permainan berjalan terlalu lambat, coba ubah ke 1024 (hanya jika Anda memiliki 1GB RAM)

    [Cache]
    VertexRoutineCacheSize = 1024>> – jangan sentuh ini
    PixelRoutineCacheSize = 1024>> – jangan sentuh ini
    SetupRoutineCacheSize = 1024>> – jangan sentuh ini
    VertexCacheSize = 64>> – jika permainan berjalan terlalu lambat, ubah ke 128, ada yang lebih tinggi akan membuat permainan lebih lambat

    [Kualitas]
    TextureSampleQuality = 1>> – jangan menyentuhnya, menurunkan kualitas sampel tidak akan memperbaiki kinerja
    MipmapQuality = 0>> – default pada 0, jadi jangan menyentuhnya
    PerspectiveQuality = 2>> – jangan sentuh
    TranscendentalPrecision = 2>> – jangan sentuh

    [Processor]
    THREADCOUNT = 0>> – perubahan ke 2 jika anda memiliki dual core, 4 untuk quad core, atau tinggalkan itu pada 0 untuk single core CPU
    EnableSSE2 = 1>> – 0 = disabled, 1 = enabled, biarkan diaktifkan
    EnableSSE3 = 1>> – 0 = disabled, 1 = enabled, biarkan diaktifkan
    EnableSSSE3 = 1>> – 0 = disabled, 1 = enabled, biarkan diaktifkan
     
  5. Menjalankan permainan.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di almishri
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Cara Main Game Berat di komputer biasa (VGA Card Virtual) Description: Rating: 5 Reviewed By: Sann Shine
Scroll to Top